Pakaian Adat Bali Saput dan Sabuk Prada

Saput

Motif kotak-kotak berwarna hitam dan putih mungkin sering dijumpai ketika kita ke Bali. Kain saput, kain bawahan ini merupakan jenis kain yang memiliki corak seperti itu. Kain saput ini biasanya dikenakan di bagian lapisan atas kain kamen.

Jadi, kain kamen yang dipakai terlebih dahulu, dilanjut dengan pemakaian kain https://kaospolosbali.com/ saput. Kain ini dipakai dengan cara diikat melingkari bagian pinggang. Pemakaianya juga harus berlawanan dengan arah jarum jam.

Kain saput umumnya digunakan pada upacara keagamaan atau pernikahan. Saput ada berbagai macam. Salah satunya saput poleng. Saput poleng ini adalah kain yang terdiri dari dua warna, biasanya hitam dan putih.

Selain warna hitam dan putih ada juga yang disebut saput poleng sudhamala yang berwarna putih, abu-abu dan hitam. Poleng tridatu yang berwarna putih, hitam dan merah. Ukurannya kain saput ini juga sangat beragam.

Kain saput poleng ini tidak hanya digunakan pada tubuh pria Bali saja, namun kain ini sering dijumpai pada payung, umbul-umbul tugu dan juga patung. Tidak hanya pada benda seni sakral, pohon di Bali pun banyak yang dililitkan kain saput poleng ini. Tiap warna atau coraknya memiliki makna filosofi yang berbeda.

Makna filosofis pada saput poleng rwabhineda yang berwarna hitam putih merupakan dua sifat yang bertolak belakang yakini baik dan buruk, panjang dan pendek, utara dan selatan dan lain-lain.

Sedangkan saput poleng sudhamala merupakan cerminan dari rwabhineda yang diperantarai penyelaras dan perbedaan dalam rwabhineda. Saput poleng tridatu ini melambangkan ajaran triguna yaitu satwam, rajah dan tamah yang berarti kebijaksanaan, energi dan penghambat.

Sabuk Prada dan selendang

Sabuk prada adalah salah satu bagian dari pakaian adat Bali. Sabuk prada ini biasanya digunakan oleh perempuan di Bali. Sabuk prada dikenakan bersamaan dengan kebaya yang dipadupadankan dengan kain kamen.

Sabuk prada biasanya memiliki motif khas bali dan cenderung berwarna terang. Sabuk prada ini memiliki makna tersendiri yaitu untuk melindungi tubuh perempuan terutama rahim yang merupakan pemberian dari Tuhan.

Pemakaian sabuk prada bertujuan untuk menahan kain kamen sehingga tidak melorot. Selain itu, perempuan yang memakai sabuk prada ini jadi semakin anggun dan berseri-seri. Selain memiliki makna untuk melindungi rahim, sabuk prada juga dinilai sebagai bentuk pengendalian diri dan mencegah melakukan perbuatan yang buruk.

Selain sabuk prada, selendang atau senteng juga sering digunakan bersamaan dengan pakaian adat lainnya. Kain selendang ini diikat dengan simpul yang hidup di sebelah kiri dan tidak tertutupi oleh baju. Pemakaian kain selendang ini memiliki tujuan supaya pemakaianya selalu siap dalam mendidik anak-anaknya sehingga kelak menjadi anak yang senantiasa patuh kepada orang tuanya. Selendang ini merupakan simbol yang melambangkan tingkah laku dari pemakainya. Selendang khas Bali memiliki motif yang beragam sehingga bisa dikenakan sesuai dengan model dari kain kamen.