Universitas Al Washliyah Labuhanbatu Bantah Intimidasi Mahasiswa

Universitas Al Washliyah Labuhanbatu Bantah Intimidasi Mahasiswa

Rektorat Universitas Al Washliyah Labuhanbatu membantah telah mengintimidasi mahasiswa, sehabis masalah dugaan korupsi beasiswa mencuat. Menurut Syahdan Saibani Rambe, perwakilan rektorat Universitas Al Washliyah Labuhanbatu, mereka tidak dulu melakukan apa yang dituduhkan mahasiswa berinisial A. “Kita tidak dulu melakukan intimidasi dan pengancaman, bahkan Rektor yang melakukan itu,” kata Syahdan, Rabu (21/6/2023). Namun, Syahdan mengakui ada dugaan korupsi modus pemotongan beasiswa KIP. Saat ini, kata Syahdan, kasusnya sedang bergulir ditangani Kejaksaan Tinggi Sumut. “Memang betul ada persoalan, sedang ditangani Kejatisu masalah beasiswa KIP,” ucapnya. Ketika ditanya mengenai dugaan korupsi dana beasiswa ini, Syahdan beralasan belum bisa mengimbuhkan kesimpulan. “Saya belum bisa simpulkan,” pungkasnya.

Sejumlah pejabat rektorat Universitas Al Wasliyah Labuhanbatu dituding melakukan intimidasi pada sejumlah mahasiswa, usai dilaporkan korupsi dana beasiswa ratusan juta. Menurut https://www.bppp-tegal.com/, tersedia pejabat yang mengancam mereka sehingga tidak macam-macam, dan jangan meributi dugaan korupsi beasiswa yang kini ditangani Kejati Sumut itu. “Mahasiswa diancam, diintimidasi. Contoh, kami jangan macam-macam serupa saya, sikit-sikit melapor. Kalian pikir aku takut,” kata A, mahasiswa Universitas Al Wasliyah, menirukan ucapan pejabat rektorat tersebut, Selasa (30/5/2023). A mengatakan, bahwa pejabat selanjutnya tidak risau bersama dengan laporan mahasiswa ke penegak hukum. “Saya bukan dosen teledor kata rektor. Ya, sebagai mahasiswa, risau bang, mereka ikut aja jadinya, padahal mereka mengeluh bang,” kata A. A membeberkan, adapun modus dugaan korupsi beasiswa ini bermula selagi mahasiswa menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

IPA Paparkan Peran Hulu Migas ke Mahasiswa Universitas Indonesia

Indonesian Petroleum Association (IPA) berkesempatan menggelar diskusi bersama dengan tema “Peran Migas pada Transisi Energi Indonesia” bersama dengan para mahasiswa Fakultas MIPA, Universitas Indonesia di Depok belum lama ini. Dalam diskusi tersebut, IPA memaparkan peran migas didalam proses transisi energi yang sedang berlangsung di Indonesia selagi ini. Diskusi ini punya tujuan untuk mengimbuhkan wawasan dan pemahaman yang lebih baik kepada para mahasiswa yang berasal berasal dari jurusan Geologi dan Geofisika berkenaan kondisi teranyar berasal dari industri migas dan perannya didalam jaman transisi energi. Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong menyatakan, peran generasi muda benar-benar penting bagi jaman depan bangsa. “Maka berasal dari itu, IPA sebagai organisasi perusahaan dan praktisi bidang hulu migas tetap berupaya menunjang peningkatan kapasitas diri dan pendidikan bagi generasi muda Indonesia, tidak benar satunya lewat acara ini,” ujarnya didalam keterangan resmi, Selasa (20/6). Dekan Fakultas MIPA UI yang diwakilkan oleh Manajer Pendidikan, Rika Tri Yuniarti, memberikan bahwa tema yang diangkat didalam diskusi ini benar-benar relevan bersama dengan keperluan mahasiswa selagi ini. Pasalnya, transisi energi jadi tantangan world yang butuh pemahaman dan partisipasi aktif berasal dari bermacam sektor, terhitung sektor minyak dan gas bumi.

“Oleh gara-gara itu, penting bagi kami untuk membangun kemitraan yang kuat antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan didalam melakukan transisi energi secara berkelanjutan. Untuk itulah acara IPA Goes to Campus ini jadi benar-benar relevan dan diperlukan hari-hari ini,” ujar dia. Dia berharap, bersama dengan ikuti ajang diskusi ini para mahasiswa bisa memperoleh gambaran yang terkini mengenai industri hulu migas baik nasional maupun world dan sekaligus menyadari hal-hal yang bisa dipelajari ke depan sehingga sehabis lulus berasal dari bangku kuliah keahlian yang dimiliki mahasiswa bisa cocok bersama dengan pertumbuhan yang ada.

Senada bersama dengan itu, Ketua Komite Eksplorasi IPA, Rina Rudd, mengaku benar-benar antusias untuk hadir dan mengimbuhkan pemaparan di hadapan para mahasiswa FMIPA Universitas Indonesia ini. Menurut dia, keberadaan generasi muda pada industri migas benar-benar kritis lebih-lebih untuk merawat terciptanya ketahanan energi di jaman depan. “Generasi muda harus memperoleh ilmu dan kemampuan yang pas untuk menunjang mereka menghadapi tantangan di jaman depan,” kata dia.

Dalam paparannya, Rina terhitung mengutarakan mengenai ada teknologi baru yang merasa diterapkan para pelaku di sektor hulu migas untuk menunjang tercapainya target pengurangan emisi karbon, yaitu Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization Storage (CCUS). Dia mengungkapkan, Indonesia miliki potensi yang benar-benar besar berkenaan penerapan teknologi ini.